Selasa, Maret 24th, 2009 | Author: rangga_allam

Lihatlah! hari ini adalah awal yang baru, mengapa terus memikirkan apa yang telah terjadi. Apa yang anda lakukan kemarin?. Hidup adalah sebuah sungai, mengalir terus ke hilir, tiada tetes air yang akan melewati jembatan yang sama dua kali. Saat inilah kesempatan bagi anda untuk melakukan segala sesuatunya dengan cara yang baru dan lebih baik daripada sebelumnya.

Perluaslah cakrawala pikiran dan impian anda, mengapa memagari diri dengan batu karang jika diluar sana ada padang rumput yang luas, membentang kesemua arah di kaki langit.

Letakkanlah kebahagiaan dalam apapun yang anda kerjakan, dan anda akan membuat banyak orang yang lain juga bahagia.

11.23 WIB. 24 Maret 2009

Kamis, Februari 12th, 2009 | Author: rangga_allam

bertahun usia kan kunanti jiwa dan ragamu bersanding
seiring sejalan dan seirama
lalu kuberanikan diri bahwa aku telah jatuh cinta padamu; senja
tidak sia-sia waktu untuk mengajarkanku mencintaimu
kucinta senja dari bahtera lautan teduh

yakin ratapku kala malam tiba dan pagi menyingsing
kau peluk hingga kesedihan bermusim terkubur beku
kan kurelakan seluruh sisa detak untuk kau gapai
dan kau ikat dengan seutas ranting yang rapuh
aku milikmu dan ku jadikan semua melati di jagad harian mimpi tumbuh butiran salju

aku cinta kau dengan utas tali mengikat jiwa suci
dengan asmaNya yang kekal dan abadi
lalu menyandingmu hari ini tumpah ruahkan segala rasa
berdirilah angkat dagu itu akan kukecup dengan suci dinginku

aku cintamu sampai akhir hayat

raden rangga allam , 28 Nopember 2008

Category: Puisiku  | Tags:  | One Comment
Kamis, Februari 12th, 2009 | Author: rangga_allam

Berlatihlah menjadi bahagia dalam diri sendiri. Jangan biarkan orang lain menentukan apa yang akan membuat anda bahagia. Jadilah tuan dalam pabrik kebahagiaan anda sendiri.

Bebaskanlah pikiran anda seperti awan putih yang berarak di langit. Kerjakanlah yang terbaik tapi biarkanlah hasilnya mengurus dirinya sendiri. Awan tidak mencemaskan apakah angin berhembus ke utara, selatan, timur, ataupun barat. Mengapa menyia-nyiakan waktu dengan mencemaskan apa yang tidak dapat anda kendalikan.

Category: sentuhan embun  | Tags:  | Leave a Comment
Rabu, Februari 11th, 2009 | Author: rangga_allam

diantara salju rekah musim dingin
menuntun atas jejak yang kutinggal
ikuti cahaya itu hingga buas matamu syahdu
lalu akar dan rerumputan setia menggali jiwaku
ke dasar lembah tak bertepi

aku takut jejak itu tak membias di dasar hatimu
hingga aku menjadi malaikat pelindung ragamu
salinlah matamu memudar
aku akan tunjukkan
jejak cahaya mempersunting suri

rangga allam

Category: Puisiku  | Tags:  | Leave a Comment
Rabu, Februari 11th, 2009 | Author: rangga_allam

aku akan menanti di ujung jalan kesepian dan huruf ketepian
ku tiup bersama malam-malam doa seribu jam

tidurlah bunga malam
akan kusampaikan wangi suka riang
kepada langit-langit mimpi

rangga allam

Category: Puisiku  | Tags:  | Leave a Comment
Selasa, Februari 10th, 2009 | Author: rangga_allam

rasakanlah tiap tetesan embun yang tercurah pada derak-derak alam

pada halaman ini embun jadi debu-debu yang memakna seutuh senja

selamat datang dan silakan menikmati

rangga allam

Category: sentuhan embun  | Tags:  | One Comment